Jemput Jodoh dengan Doa

Setiap diri pasti ingin doanya dikabulkan ALLAH SWT, karna itu saya berusaha mempelajari tentang doa, termasuk adabnya. Mulailah mencari buku – buku dan mempraktekkannya juga dari kajian – kajian yang saya dapat, dari situ mulai tersadar selama ini ada yang salah dengan cara saya. Memang kita kadang ingin beramal dan beribadah termasuk berdoa, tapi kita tak mau mencari dan mempelajari caranya yang sesuai dengan syari’at. Kadang kita juga menyepelekannya, ingin dikabulkan doanya tapi tak mau tau apa saja yang dapat menghalangi terkabulnya doa. Ingin dikabulkannya doa, tapi kadang kita melewatkan dan tak tau, waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya doa. Dengan belajar dan evaluasi diri tentang doa, saya mulai memperbaiki kesalahan – kesalahan saya dan tentu diiringi dengan memantaskan diri. Salah satu makna dari sholat adalah doa, jadi kalau kita kita mau sholat dan doa kita diterima kita harus tahu betul cara yang syar’i. Perlahan saya mulai perbaiki, wudhu, sholat wajib dan sunnah, waktu – waktu mustajab dan saya memanfaatkan kedekatan saya dengan ALLAH dak keluarga. Saya tertegun saat seorang ustad berpesan

dalam berdoa janganlah kita mendekte ALLAH, agar ALLAH selalu kabulkan mau kita

Kadang kita juga menyalahkan ALLAH atas kehendak kita dalam doa itu, jika tidak ternyata dikabulkan, bila tak berjodoh dengan si dia. Subhanallah; Maha Suci ALLAH. Suci pula segala keputusan dan ketetapan ALLAH pada kita, Suci dan tak ada yang salah. Itu yang harus kita sadari. Dengan memahami makna – makna dalam tiap dzikir dan doa, saya mulai nikmati tiap dzikir dan doa. Sempat jua saya beli buku – buku tentang Asma’ul Husna, agar saya tepat cara mengamalkannya dalam doa dan dzikir. Saya mulai tambah rakaat sholat Dhuha, saya menikmatinya, dari rutin 4 rakaat bahkan sempat saya lakukan sampai 12 rakaat. Ditiap doa selalu saya mulai dengan istighfar, saya panjatkan dengan penuh harap hanya pada ALLAH dan saya pasrahkan agar ALLAH pilihkan yang terbaik. Sangat terngian sekali pesan ustad

Saya mau yang ALLAH mau

Dari situ ditiap doa tak banyak saya dekte ALLAH dengan kriteria – kriteria saya. Saya juga mulai memperpendek waktu istirahat dengan sholat malam. Karna disini saat yang mustajab dan ALLAH angkat derajat kita. Saya mulai sibuk cari perhatian ALLAH, mulai bangun tidur, niatkan semua karna ALLAH, langkah – langkah saya isi dengan dzikir dan kerja saya jadi ibadah. Saya t idak sibuk dengan penampilan, cukup dengan bersih, rapi dan sederhana. Saya sibuk perbaiki akhlak dan dengan memantaskan diri. karana saya yakin dengan janji ALLAH yang pasti, yakin kalau saya jadi baik, ALLAH pasti pasangkan saya dengan orang yang baik.  Saya evaluasi lagi apakah hubungan ALLAH dengan orangtua kurang baik? Apakah rizki saya berkah? Apakah saya masih belum pantas? Dan ditengah ikhtiar, saya temukan doa yang sangat bagus dari salah satu buku, doa yang sarat makna dan simple tapi mewakili pinta – pinta saya.

Ya ALLAH, sungguh saya telah siap menikah, takdirkanlah untuk saya laki – laki/perempuan yang paling baik menjaga kesuciannya. yang paling besar keberkahannya, yang paling baik dalam menjaga diri dan keluarganya (yang keluarganya bisa menerima saya dan keluarga saya), dan takdirkanlah untuk kami keturunan yang sholeh/sholehah semasa hidup kami dan setelah kematian kami

Doa iti ada dalam hadist, tapi rangkaian doa itu tidak berlebihan dan sesuai kebutuhanku, jadi ini tidak wajib. Di ikhtiar saya, saya barengi dengan pemantasan ilmu tentang agama, saya ikuti kajian – kajian sebagai bekal untuk lebih memperdalam agama dan perbaiki diri. Dalam perjalanan saya menuju tempat kajian, saya nikmati kemacetan dengan dzikir dan juga doa. Di majelis ilmu dan kajian – kajian agama itu juga saya manfaatkan kesempatan – k esempatan untuk berdoa. Dan saat saya panjatkan doa itu, saya juga sedang membekali diri dengan ikut kursus pra nikah islami. Makanya dengan persiapan ilmu pernikahan, saya tak ragu saat memanjatkan doa dengan

Ya ALLAH sungguh saya telah siap menikah

Dan Subhanallah dengan kepasrahan, keyakinan dan memantaskan diri dari tempat kursus saya bertemu dengan jodoh saya. Seseorang yang tak pernah saya kenal sebelumnya, bertegur sapapun tak pernah, justru setelah kursus selesai ajakan ta’aruf itu datang. Dan berita ajakan ta’aruf itu datang selepas saya sholat Dhuha, telpon yang disampaikan langsung oleh penanggungjawab kursus. Selama proses ta’aruf belum pernah sama sekali kami bertatap muka, komunikasi kami diperantarai beliau, melalui proposal😀 Subhanallah prosesnya ALLAH mudahkan, tak lama dia dan keluarganya datang mengkhitbah saya, disini awal mula tatap muka dan komunikasi. Persiapan dan acara akad dan walimah pun tak susah, cukup sederhana, tapi sangat sakral dan penuh doa dari keluarga, tetangga, dan sahabat. Alhamdulillah ikhtiar saya memantaskan diri dan jemput jodoh dengan doa ALLAH mudahkan dengan berbekal niat karna ALLAH “Ikut yang ALLAH mau”. Alhamdulillah jodoh saya sesuai dengan doa saya, Masya ALLAH La quwata illa billah. Janji ALLAH itu pasti.

Sahabat, pertolongan ALLAH itu bersama dengan orang – orang yang sholat dan sabar, jadi teruslah perbaiki diri, gantungakan hanya pada ALLAH. tetaplah ikhtiar dan tawakkal dan bersabar dijalan Allah. Buang semua sakit hati, maafkan, doakan kebaikan untuk mereka, tetaplah berbaik sangka atas keputusan Allah. tetaplah jaga dan perbaiki hubungan kita dengan Allah, sibuklah cari perhatian Allah, jangan lupa memantaskan diri.

Sekian – Sharetwit by @APWAnikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s